Thursday, 21 June 2018

Perang Puputan dalam Jejak Langkah

     "Itulah peperangan gagah, jarang ada tandingannya dalam sejarah manusia, mungkin juga satu-satunya. Raja Klungkung, I Dewa Agoeng Djambe, telah memerintahkan semua keluarga raja di Den Pasar dan semua punggawa, laki maupun perempuan, untuk melakukan Perang Puputan, perang sampai orang terakhir.
          Laki-perempuan sebangsa Tuan, orang-orang Bali yang gagah itu, maju ke medan perang, Tuan. Perempuan-perempuan dengan bayi dalam gendongan belakang membawa tombak atau keris menyerbu seperti laron menerjang api, takkan kembali ke rumah masing-masing, tinggal di tempat, bermandikan darah sendiri dan darah bayinya."

(hal. 253-354)

0 comments:

Post a Comment

Leave a word here..