Jajan bukunya Mba Kalis kali ini berasa jajan buku dari luar negeri.
Saya pesan tanggal 18 April, nyampainya tanggal 13 Mei! Tentu paketnya dibuka
secara menggebu-gebu walau ternyata saya tidak termasuk 1000 pemesan pertama
sehingga tidak mendapatkan post card :’). Selama masa penantian, saya membaca
dua buku Mba Kalis yang terbit tahun lalu (lihat resensinya di sini).
Buku ini memuat dua puluh satu tulisan Kalis Mardiasih bertemakan
perempuan. Berbeda dengan Muslimah yang Diperdebatkan yang mengangkat hal-hal trending di media sosial, di Sister Fillah ada beberapa pengalaman
perempuan yang dibahas lebih jauh, seperti hak reproduksi dan pendidikan seks.
Mba Kalis juga mengutip beberapa ayat Quran, sesuatu yang tidak dilakukannya di
dua buku sebelumnya. Mungkin karena penerbit kali ini berbeda, Penerbit Qanita
yang masih di bawah PT. Mizan Pustaka, bukannya Buku Mojok selaku penerbit Muslimah yang Diperdebatkan dan Hijrah Jangan Jauh-jauh Nanti Nyasar!.
Judul Sister Fillah, You’ll never Be Alone membuat saya berekspektasi
penulis sedang berbicara kepada pembacanya, yang juga seorang perempuan. Namun
gaya penulisan Mba Kalis masih sama dengan yang biasa saya baca di mojok.co,
berbicara kepada ulama yang seolah memulikan perempuan, kepada masyarakat
patriarki dengan menggunakan kata ganti ‘kami’ (kaum perempuan) alih-alih
‘kita’. Keintiman yang saya harapkan ada di buku ini ternyata tak terbangun
sedemikian rupa.
Halaman di buku ini cukup berwarna (dalam arti sebenarnya). Namun
sayang, saya kurang menyukai pemilihan warnanya, terlalu mencolok mata, padahal
gradasi pink di sampul lembut sekali.
Font pada ilutrasi juga beragam.
Di buku ini dapat ditemukan jargon-jargon seperti ‘Perempuan adalah
hidup. Perempuan adalah Cinta.’ As a
feminist, saya lebih percaya kita (manusia) adalah cinta, bukan hanya
perempuan. Ada pula ‘Saya lebih memilih istilah keragaman atau keberagaman
daripada menyebut perbedaan’, padahal bukannya kita harus sadar benar dalam
menemukan perbedaan baru kita bisa menilai bahwa kita beragam?
Jika Muslimah yang Diperdebatkan
saya nilai ‘membebaskan’ dan menjadi salah satu buku favorit, Sister Fillah, You’ll Never Be Alone
hanya sedikit di atas dari buku pink kumpulan
esai media feminis yang saya baca sebelumnya*.
*buku yang saya maksud, ini

0 comments:
Post a Comment
Leave a word here..