Wednesday, 22 April 2020

Empat Penampilan Menghadiri Pertemuan Daring Selama #DiRumahAja


1. Kaus kerah lebar + lipstik senada

Sebagai manusia yang hanya punya kipas angin di kamar, memakai kaus lebar dengan kerah yang lebar pula jadi jalan ninja demi bertahan duduk manis menghadiri pertemuan daring. Suara kipas angin akan beradu dengan suara diri jika memaksa baling-baling kipas berputar. Lipstik jadi penting karna beberapa kali menghadiri rapat dengan wajah polosan, saya dibilang belum mandi! Ih padahal kan yaa kadang udah kadang belum. Lagipula saya juga rindu dandan, mematut diri di depan cermin kan hal yang menyenangkan, pas pula lipstik dan kaos kerah lebar di rumah punyai kepekatan warna yang sama :) 

 Khatulistiwa Membaca weekly meeting

2. Daster

Saat harus menghadiri pertemuan daring sedang pekerjaan di layar masih kentang, ya sudah, hadir saja dengan penampilan apa adanya. Ini juga yang saya suka dari situasi #dirumahaja. Pekerjaan tak perlu ditinggal, hadir dasteran semuanya memaklumkan. 

poetdemic meeting



3. Selimut kain

Pernah ada harinya kala Pontianak memberi pagi yang sejuk hingga gaya gravitasi bantal susah dilawan. Panggilan atasan jadi satu-satunya alasan segera muncul di layar berkamera aktif. Tentu saya tak perlu rungsing ke kamar mandi dulu. Cukup berjalan lima langkah, tarik selimut melingkari badan, mana ada yang tahu saya sambil memeluk guling di baliknya >_<



 4. Kaus kerah lebar + kain + korset

Ini jadi satu-satunya penampilan yang saya pikirkan hingga ke bawahan. Biasanya apa adanya saja, tak ada pun tak apa, haha. Tapi bawahan ini jadi problem saya selama pertemuan karna salah arah lititan! Ah, gara-gara situasi #dirumahaja Omah Wulangreh membuka kelas daring tari bali. Sudah lama saya mengincar kelas terbukanya tiap saya berpelesir ke ibu kota, apa daya baru bisa berjodoh justru saat tak bisa bertatap muka langsung. Puspanjali, tari yang diajarkan, memang cukup mudah sehingga semua peserta bisa mengikuti dengan baik, walau saya yakin badan saya pasti habis dipiles-piles oleh Mba Putri bila kami tak dibatasi oleh ruang.

online workshop by Omah Wulangreh

0 comments:

Post a Comment

Leave a word here..