"Tidur," ucapmu.
Dengan entengnya kau menyuruhku tidur padahal kau masih menjelajah.
Aku tertawa.
Ku tahu kau tak bermaksud menyuruhku tidur.
Itu hanya kata yg kau pilih untuk menyapaku.
(benarkah?)
Percakapan berlanjut.
Hingga salah satu dari kita tak mampu tuk menjaga mata tetap fokus.
Atau fajar tlah menyadarkan kita,
bahwa sudah saatnya tuk memulai rutinitas pagi hari.
Ku tak ingat siapa yg memulai duluan.
Tapi kini ku terbiasa tuk berharap.
Kan melihatmu muncul bersimbol titik hijau.
Dan sering ku terpaku gelisah
Menatap titik itu mengharap kau kan menyapaku.
Walau dengan "Tidur"-mu itu.
Tuesday, 4 February 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ciieee.. Ini orang yang mana niih?wkkwk
ReplyDeleteKepo yaa? :P
Delete