"Kegagalan hanya keberhasilan yang tertunda"
Omong kosong!
Keberhasilan apa yang tertunda ketika kau gagal menghalangi kematian adikmu?*
Keberhasilan apa yang tertunda ketika kau gagal menjaga keperawananmu?**
Keberhasilan apa yang tertunda ketika kau gagal mempertahankan rumah tanggamu?***
Aku gagal menutupi basah di pelupuk mataku.
Aku gagal menahan gemetar di tanganku.
Aku gagal menjaga otakku untuk tetap rasional.
Jika suatu saat nanti kau datang padaku kembali.
Membawa cinta yang hanya bisa menyakiti.
Akankah ku berhasil untuk tetap berpikir rasional?
Akankah ku berhasil untuk tak memecahkan gelas walau tubuhku bergetar?
Haruskah ku berhasil... tuk menahan air mata ini?
*Kematian memang misteri, dan kalau udah bicara takdir, manusia cuma bisa angkat tangan. Tapi beberapa hari yg lalu saya nonton film Step Up (yg pertama). Apa pernah kamu disuruh ngejagain adikmu tapi kamu malah lalai sehingga memberi kesempatan adikmu melakukan sesuatu yg dapat menyebabkan ia celaka? Itu sama halnya dengan kelahiran yang terjadi ketika kamu memutuskan untuk tetap berhubungan suami istri padahal di rumah lagi nggak ada kondom.
**Mungkin hal ini bisa jadi nggak masalah kalau kamu menganggap operasi keperawanan merupakan sebuah solusi.
***Dalam kepercayaan yang saya anut, pernikahan yang telah dilakukan atas nama Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia (hanya ketika kematian menjemput pasanganmu, kamu boleh menikah lagi). Saya benar-benar nggak kepikiran apa hal baik yang terjadi ketika saya (dan pasangan saya) gagal menjaga kasih dalam rumah tangga, yang mengakibatkan pasangan saya mempunyai 'simpanan' dan bahkan mendapat 'buah' dari hubungan yang dijalani.
Friday, 14 February 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
kata-kata yang kaya dengan makna. Like (y)
ReplyDeleteThanks, gi :)
Delete