Jatuh cinta padamu, Pujangga, sungguh adalah suatu petaka
Semua sikapmu sama sekali tak terbaca
Aku hanya mampu memendam rasa.
Tulisanmu muncul di dunia maya, menggambarkan seseorang yang berbahagia
Padahal beberapa saat sebelumnya kau menemuiku dan bercerita dengan penuh lara.
Kadang, saat kita sedang tertawa bersama
Kau mengganti statusmu dengan rasa kecewa.
Apakah sebegitu hebatnya dirimu hingga kau hanya perlu membayangkan kemudian lahirlah tulisan?
Atau memang, ada sesorang di sana, yang membuatmu kecewa, bahagia, jatuh cinta..... hingga diriku tak pantas diperhitungkan keberadaannya?
Monday, 30 May 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
Leave a word here..