Saturday, 14 March 2015

Manusia Modern

'Manusia modern' itu egois.

Berkata masyarakat pedalaman itu seharusnya menjaga adatnya.
Padahal ia telah lupa akan kebudayaannya.
Berkata masyarakat pedalaman itu seharusnya tetap tinggal di rumah tradisional.
Padahal ia membangun rumah kotak-kotak dari beton dan kaca.
Berkata masyarakat pedalaman itu seharusnya menggarap lahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal ia taunya hanya memBELI bahan makanan di pasar ber-AC.
Berkata masyarakat pedalaman itu seharusnya menjaga alamnya.
Padahal ia yang merusak hutan demi memperkaya diri.
Berkata "bukan pedalaman namanya kalau masih terjangkau kendaraan" "bukan pedalaman namanya kalau penduduknya punya ponsel".
Padahal apa salah mereka kalau mereka ingin MAJU? ingin MEMPERMUDAH hidup? ingin MELIHAT dunia luar?
Berkata masyarakat pedalaman itu tidak mencintai INDONESIA!
Padahal apa salah mereka menukar sayur menjadi minyak goreng dan gula di negara sebelah?
Sedangkan ia ke negara lain untuk SHOPPING! TRAVELLING! Sekedar FOTO2!

Merasa pintar dan berpendidikan.
Seolah mereka yang tidak sekolah itu bodoh dan lebih rendah derajatnya.
Merasa paling tahu karena sudah membaca buku-buku terbitan luar.
Padahal yang lebih mengenali alam itu MEREKA!!
Merasa mereka itu syirik dan patut dilaknat karena melakukan persembahan dan ritual-ritual.
Padahal nilai luhur mereka menaungi hati-hati yang jauh lebih bersih!
Merasa menang karena mempunyai banyak investasi.
INVESTASI APA??
Tanah yang seharusnya bisa ditinggali orang lain?
Rumah-rumah yang tak dihuni dan membuat harga material meroket?

Salah mereka? yang tak mampu menahan perkembangan teknologi.
Salah mereka? yang tak mampu melawan arus globalisasi.
Salah mereka? yang tak mampu bersilat lidah di hadapan para investor.
Salah KAMU, MANUSIA MODERN!!
Yang memberi contoh seakan hidup lebih baik bila dihabiskan di balik layar laptop.
Yang memberi contoh seakan hidup lebih baik bila dihabiskan di gedung bertingkat tinggi.
Yang memberi contoh seakan hidup lebih baik bila semuanya tinggal KLIK, tinggal SENTUH, tinggal SURUH!

0 comments:

Post a Comment

Leave a word here..