Sumber: imdb.com
Satu kata buat drama korea ini: Nyesek.
Kesesakan 1.
Something in the Rain mengisahkan tentang seorang perempuan (Jin-a) yang jatuh cinta pada adik sahabatnya (Jun-hui). Jin-a diceritakan berumur 35 tahun, yang terpaut cukup jauh dengan Jun-hui. Tidak didetailkan berapa selisih umur mereka, tapi ketika Jin-a ikut liburan bersama teman-teman Jun-hui, yang lumrahnya mengencani perempuan yang lebih muda, Jin-a diperlakukan seperti orangtua oleh pacar teman-temannya, misalnya tidak diperbolehkan mengangkat berat. Kakak Jun-hui (sahabat Jin-a), Gyeong-seon, juga berlaku seperti orangtua bagi Jun-hui karena orangtua mereka telah tiada.
Bayangin aja kalau kamu suka saudara temanmu. Gimana coba ga sesak, harus mendam perasaan padahal orang yang disuka tu dekeeet banget. Mau ngajak jalan bingung, bilang suka ga berani/ga enak, pendam aja bisanyaa.
Kesesakan 2.
Yet timing is a bitch. Di akhir episode 3 (dari total 16 episode), waktu yang tepat hadir. Jin-a dan Jun-hui bisa saling terbuka satu sama lain, tapiii tentu saja tidak di hadapan orang lain. Apa yang menyenangkan dari cerita bahagia tapi tidak bisa dibagi? Malah, orang lain tidak boleh tahu kamu sedang bahagia. Pas berdua sih iya, bisa gelanyutan, pas ada orang lain? Pendam lagiiiii.
Kesesakan 3.
Di episode 1 diceritakan Jin-a diputusin pacarnya, Gyu-min. Gyu-min selingkuh dengan perempuan yang lebih muda. Ketika Gyu-min diputusin, Gyu-min kembali mengejar Jin-a. Gimana coba jadi Jun-hui... pengen bilang "Woi ga usah deket-deket, Jin-a punya aku sekarang," tapi yaa mana bisaaa, bisanya mendem dongkol ajaa.
Kesesakan 4.
Restu. Kamu tahu ibumu punya standar calon menantu dan pacarmu tidak memenuhi itu. Pasti sesak, didesak menikah karena umur yang tak lagi muda, tapi yang bersamamu sekarang tidak bisa kamu kenalkan. Sesak karena ngebayangin perasaan pacar kalau dia turut mendengar perkataan ibu, tapi juga sesak karena tahu ibu akan kecewa dengan pilihanmu.
Jadi Jun-hui pun tak kalah sesak. Ibu pacarmu terang-terangan menolakmu dan semuanya harus kamu telan sendiri karena tidak mau pacarmu khawatir dan semakin sedih.
Kesesakan 5.
Ibu Gyeong-seon dan Jun-hui sudah meninggal dunia, ayah mereka masih hidup tapi memilih untuk hidup tanpa mereka. Ketika orang yang dianggap sudah tiada muncul bersama pacarnya, Jun-hui marah. Jin-a yang hanya berusaha bersikap hormat harus rela nyesek karena Jun-hui tidak bisa dikontak dan ditemui.
Kesesakan 6.
Kehidupan kantor Jin-a tidak kalah bikin nyesek. Pelecehan seksual melalui sentuhan dan perkataan kerap dilakukan atasan-atasan pria terhadap staf wanita. Hal-hal yang "lumrah" terjadi sebenarnya, ditertawakan bersama, tapi... siapa wanita yang nyaman dengan itu? Tapi (lagi), siapa wanita yang berani bilang "Pak, tolong kondisikan...". Jadi Jun-hui juga pasti tidak kalah terkuras emosinya, ketika pacarnya harus bersama bapak-bapak pervert.
Kenyataan pahit yang diangkat di drama ini adalah: walau kantor berusaha untuk mewadahi keluhan atas pelecehan, tidak banyak yang berani angkat suara, pun ketika Jin-a berani bersuara dengan bukti-bukti pendukung, ketika menyenggol pejabat tinggi, malah Jin-a yang disingkirkan bukan pelaku.
Kesesakan 7.
Bayangin jadi Gyeong-seon! Sahabat tempat ia bersandar pacaran dengan adiknya! Tentu masih bisa berteman, tapi jelas ada beberapa hal yang akan canggung kalau dibahas. Belum lagi Gyeong-seon selama ini berperan menjadi orangtua bagi Jun-hui, tentu ada banyak kepedihan hidup yang tidak dia bagi dengan adiknya dan tentunya bakal tidak mungkin dia bagikan ke pacar adiknya! Mau ngelarang Jun-hui dan Jin-a bersama? Ya ga mungkin juga, Gyeong-seon tahu mereka bahagia bersama. Mana ibu Jin-a tidak merestui karena Jun-hui berasal dari keluarga broken home.. jadi makin sesak kan, tahu bahwa keluarga terdekat yang selama ini ada juga ternyata pikirannya sama dengan orang lain. Percuma dia berusaha berperan sebaik mungkin jadi kakak yang ngebesarin Jun-hui!
Kesesakan 8.
Jun-hui mungkin tampak tahan dengan berbagai tekanan dari lingkungan, tapi ia tidak tahan kalau Jin-a yang tertekan dan sedih. Ia memilih untuk kembali bekerja di Amerika dan meminta Jin-a ikut bersamanya. "Weyy.. perjuangan di kantor belum berakhir nih, perjuangin kamu di depan orangtua juga belum nyerah kok malah ngajak saya kabur sihh. Saya pula yang dijadikan alasan, tapi ngambil keputusan ga nanya-nanya saya." Ini interpretasi saya terhadap perasaan Jin-a, yang ditampilkan sih maniiis banget (tapi teteup, nyesek!). Di episode 15, Jun-hui pindah dan meninggalkan Jin-a. Hubungan mereka pun berakhir.
Kesesakan 9.
Adik Jin-a, temannya Jun-hui, menikah. Pulanglah Jun-hui ke Korea dengan kondisi Jin-a sudah punya pacar baru. Hubungan yang berakhir menggantung menyisakan kecanggungan. Pas bertemu kembali, ga bisa senang, ga bisa marah-marah, bisanya cuma sedih karena harus memendam semua perasaan. Akhirnya sih, Jin-a dan Jun-hui bersama kembali. Kalau ngebayangin perjuangan yang harus mereka lalui setelahnya, sesek!
FUN FACT:
Judul aslinya 밥 잘 사주는 예쁜 누나 (Bap Jal Sajuneiun Yeppeun Nuna) / Pretty Sister Who Buys Me Food (>_<)
