Sunday, 17 September 2017

Pacar Pahlawan

Kemarin, akun iwashere.id di twitter membuat sebuah cuitan yang (menurut saya) menarik.

Saya bukan pecinta sejarah. Saya benci jika harus mengingat tanggal setiap kejadian dalam buku sejarah, mengingat setiap rinci kejadiannya. Opini saya, sejarah itu cukup diambil hikmahnya saja. Apa lagi notabene yang diceritakan dalam buku-buku pelajaran sejarah masih ada yang diragukan kebenarannya. *upsss
Tapi mengenal tokoh serta hal yang dilakukannya dan membuatnya tersohor tentu menarik. Saya yang minim pengetahuan tentang pahlawan-pahlawan nasional jadi kepo karna cuitan tersebut.


Baru tahu deh kalau Bung Hatta ngelamar istrinya pakai buku. Saya googling dengan kata kunci 'hatta lamar istri buku' dan tidak menumukan cerita yang relevan. Kalau ada yang tahu cerita ini, bagi-bagi ke saya ya :)


Sutan Sjahrir disejajarkan dengan Sukarno, Hatta, dan Tan Malaka oleh Tempo sebagai Empat Serangkai Pendiri Republik. Yang saya tahu, Sutan Sjahrir ini merupakan pejuang yang mengedepankan diplomasi. Barangkali hal tersebut yang membuat Minski berpendapat Beliau merupakan pria supel.


Pertama kali engah kalau Pierre Tendean itu ganteng gara-gara baca bukunya Ayu Utami, Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita. Jelas tampan karna masih ada darah Prancis dalam diri Pierre Tendean. Beliau merupakan salah satu korban Gerakan 30 September, padahal seharusnya sih Pak Jenderal Nasution yang ditangkap dan masuk ke Lubang Buaya.


Ismail Marzuki ini yang menciptakan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Udah, ini aja yang saya tahu. Maaf ya, Pak Ismail :'



Dokter yang hobi politik ya Tjipto Mangoenkoesoemo. Sepertinya Beliau masuk ke dalam daftar pahlawan nasional karena kiprah di dunia politik dan bukannya kedokteran. Tapi kalau mau jadi pacar Tjipto Mangoenkoesoemo mungkin nggak terjamin amat lah ya kesejahteraannya, soalnya Beliau hobi keluar masuk kampung (menurut Wikipedia lah).


Kalau berbicara tentang Tan Malaka, saya bisa agak sedikit panjang hehee. Maklum, fans Tan Malaka rata-rata merupakan fans garis keras. Dipancing sedikit saja, banyak cerita yang bisa mereka bagikan ke saya. Terlebih lagi Tan Malaka banyak menuangkan pemikirannya dalam tulisan, sehingga dari dalam kubur suara Beliau lebih keras daripada di atas Bumi.
Selain kalimat barusan, kata-kata Beliau yang saya suka ialah:
Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi.
Bila kamu muda yang telah belajar di sekolah menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali!
Susah pastinya untuk menjadi kekasih Tan Malaka. Ia terkenal sebagai tokoh yang berhasil melakukan penyamaran di sejumlah negara selama 20 tahun (tempo.co). Mana tahan terpisah selama 20 tahun tanpa kabar. Ran aja sering mewek karena ga dapat kabar dari Shinichi. *eeh udah mulai keluar topik

Konon katanya, Dewi Sartika merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita. Beliau mendirikan Sekolah Isteri di Bandung pada tahun 1904 dan terus berkembang hingga menjadi satu sekolah tiap kota dan kabupaten di Jawa Barat pada 1920.


Bung Tomo (Soetomo) merupakan salah satu tokoh yang menggerakkan rakyat Surabaya melawan penjajah pada pertempuran 10 November yang kini diperingati sebagai hari pahlawan. Coba saja ketik "bung tomo" pada peramban, gambar yang muncul pasti mengilustrasikan Bung Tomo yang tengah berdiri dan mengacungkan tangannya dengan mata nanar. Pantas saja Minski menganggap Beliau gagah. Bung Tomo pernah dipenjara pada masa Orde Baru karena kritiknya pada penguasa jaman itu. Menurut Wikipedia, selepas dari penjara itulah suara Bung Tomo tak lantang terdengar lagi.


Nama lengkap Beliau, Yosaphat Soedarso. Selayaknya impian pelaut (atau mungkin hanya bajak laut yang memimpikan ini), Yos Soedarso meninggal di laut dalam Pertempuran Laut Aru pada usia sedang tampan-tampannya, 36 tahun.


Mbak @asamsianida mengidamkan Agus Salim karena diceritakan ketika Beliau masih muda, Beliau pernah bertanya kepada seorang ulama: apakah Adam dan Hawa memiliki pusar? Ulama itu menjawab: ada, karena mereka juga manusia. Kemudian Agus Salim menimpal, "Kalau punya pusar, sebagaimana halnya kita itu tandanya mereka dilahirkan oleh seorang ibu." Orang-orang dengan sudut pandang seperti ini memang menggoda untuk dipacari ya, Kak Nidos?


Saya angkat topi untuk perempuan satu ini, Siti Manggopoh. Beliau ikut 'turun lapangan' dalam perang untuk melepaskan tahanan Indonesia yang dikenal dengan nama Perang Belasting, padahal saat itu Beliau masih menyusui anaknya. Beliau juga turut membawa anaknya dalam upaya pelarian diri ke hutan sebelum akhirnya tertangkap dan dipenjara.


Perempuan yang ini juga nggak kalah pemberani. Keumalahayati, putri kesultanan Aceh, terlibat perang melawan armada Belanda dan berhasil membunuh Cornelis de Houtman dengan rencongnya. Saya perjelas ya, Malahayati menumbangkan 'pedagang Belanda' tersebut dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal dengan rencongnya. Saat itu, Beliau memimpin armada Inong Balee, pasukan yang awalnya terbentuk dari janda-janda pahlawan.


Total ada 12 tokoh yang disebut dalam cuitan-cuitan ngeyel jadi pacar pahlawan ini. Saya pribadi mungkin akan memilih Ali Anyang. Alasannya sederhana, biar ga perlu LDR-an hahaha. Kalau kamu kira-kira mau jadi pacar siapa?